Daerah

Terkait Penemuan Mayat di Desa Bitis, Kades Sukajaya Himbau Warga Tak Berspekulasi dan Beropini Liar

Muara Enim – Terkait penemuan mayat di desa Bitis, kecamatan Gelumbang, kabupaten Muara Enim pada sabtu (3/10/2026), Kepala Desa (kades) Sukajaya Marzuki, S.Sos., menghimbau warga untuk tak berspekulasi dan beropini liar terkait identitas maupun penyebab kematian.

Menurutnya, fakta yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya adalah hasil visum dan autopsi dari pihak Rumah Sakit Bhayangkara, serta juga keterangan dari pihak kepolisian. Untuk itu dirinya sangat mengharapkan kepada khalayak umum untuk bersabar menunggu informasi dari rumah sakit dan kepolisian.

“Kami harap kepada warga untuk tidak berspekulasi terkait kasus penemuan mayat di desa bitis ini. Jangan sampai nanti menimbulkan kegaduhan dan fitnah,” terangnya.

Namun, dirinya tidak menyangkal jika kemungkinan mayat yang ditemukan tersebut adalah remaja berinisial AM (15) yang merupakan warga desa Sukajaya yang dilaporkan hilang sejak beberapa hari yang lalu.

“Memang pihak keluarga juga meyakini mayat tersebut merupakan anak mereka yang hilang beberapa hari yang lalu berdasarkan ciri-ciri pakaian yang dikenakannya. Namun untuk info valid kita masih menunggu hasil autopsi dari rumah sakit, ” timpalnya.

Seperti diketahui, warga desa Bitis digegerkan atas penemuan mayat seorang laki-laki di perkebunan milik warga di jalan antara desa Bitis – Sukajaua. Tak khayal, penemuan mayat ini pun ramai dikaitkan dengan hilangnya seorang remaja dari desa Sukajaya sejak 9 hari yang lalu.

Hal inilah yang menimbulkan banyaknya spekulasi dan opini masyarakat terutama di dunia maya terkait identitas dan penyebab kematian. Spekulasi ini tentu menimbulkan kekhawatiran akan potensi timbulnya miss informasi yang dapat berujung fitnah ditengah masyarakat.

Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian sektor (Polsek) Gelumbang, saat ini mayat tersebut sudah dikirim ke rumah sakit Bhayangkara Palembang dan pihak kepolisian juga tengah mengumpulkan informasi di lapangan terkait mayat tersebut. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *